Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali
| Gereja Kristen | |
![]() |
|
GPDI Jemaat Tabanan |
|
| Nama Penanggungjawab | Pdt. Dolfie Gustaf Memah |
| Telpon Penanggungjawab | (0361) 812033 |
| Jadwal Ibadah | 08.00 sd 09.00 dan 10.00 sd 11.00 |
| Alamat | Jl. Mawar No.29, Delod Peken, Kec. Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali 82121, Delod Peken, Tabanan, Tabanan |
SEJARAH GEREJA GPDI TABANAN
Perintisan pelayanan GPdI di Kabupaten
Tabanan dimulai oleh Pdt.Rundengan tahun 1963. dan menghasilkan jiwa baru dari
Abian Base bernama I Made Randi. akhirnya Pdt. Rundengan mengutus Bapak I Made
Randi untuk melayani di Kabupaten Tabanan.
Karena Made Randi belum menetap di Tabanan kemudian Pdt.
Rundengan menempatkan seorang siswa Sekolah Alkitab Batu bernama Gede Bagus
Labe tahun 1966. namun karena melihat pelayanan hamba Tuhan ini tidak fokus
lagi akhirnya Pdt. Rundengan mengutus pengerja-pengerja dari Denpasar untuk
melayani di Tabanan. Fokus kepelayanan sekolah minggu. pada Tahun 1970 Pdt.
Rundengan minta ke Pdt. Brodland untuk dapat menempatkan hamba Tuhan di
Tabanan. akhirnya SAB mengutus Pdt. Dolfie Gustaf Memah pada bulan Oktober tahun 1970. Meneruskan pelayanan yang sudah
ada saat itu dengan lima jiwa dewasa dan Cek Konseng yang juga sebagai
bendahara gereja GPIB namun merasa senang dengan ibadah Pantekosta. Pelayanan
terus berjalan dan berkembang dengan dapat menghimpun anak anak sekolah minggu
sebanyak 60 orang dari kurang lebih awalnya 15 orang.
Tiga bulan keberadaan hambaNya, sudah dapat mengadakan Natal
dan membaptis 8 jiwa baru dewasa. inilah tanda yang diminta hambaNya dari Tuhan
apakah benar panggilan Tuhan di Kab. Tabanan.
Masuk tahun 1971 pelayanan semakin berkembang, dengan ukuran
tempat ibadah 3 X 5 M2. akhirnya Tuhan buka jalan dapat menyewa sebuah rumah
lama/ losmen ( dianggap angker oleh orang orang ). pemilik Losmen merasa
diberkati oleh kehadiran HambaNya dan memberikan perpanjangan kontrak sampai
tahun 1982.
sebelum tahun 1981 masa akhir kontrak, ada yang menawarkan
tanah di lokasi sekarang ini. sungguh ajaib penyertaan Tuhan, Tidak ada uang
untuk membelinya, namun Tuhan membukakan jalan walaupun dengan cara mencicil.
proses ijin untuk membangun atas nama gereja sangat tidak
mudah. saat itu sudah terjadi penolakan atas bangunan gereja. namun sekali lagi
Tuhan buka jalan dengan cara ajaib. HambaNya dipertemukan dengan cara yang
tidak terduga dengan kepala Adat desa dan kelurahan. sehingga luar biasa, satu
satunya gereja yang dilegalisir juga
oleh Desa Adat setempat.
semua itu mujizat Tuhan.
1. Sejarah. tiap daerah ada sejarah
2.budaya
3.agama
4.tradisi
5.karakter masyarakat dan pemerintah
tahun 1981 dimulai pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia
Tabanan.
Pelayanan semakin terus berkembang sampai pada satu
peristiwa terjadi kerusuhan di Lombok tahun 2000 dan banyak jiwa diungsikan ke
GPdI Tabanan. HambaNya menyadari bahwa tempat gereja tidak dapat menampung
banyak jiwa. dari sanalah Tuhan memberi visi untuk melebarkan bangunan gereja.
tahun 2004 dimulai renovasi kedua dengan melebarkan bangunan
gereja. ada dukungan dari Pemkab Tabanan karena merasakan hubungan yang baik
antar gereja dan pemerintah Kabupaten Tabanan.
visi hambaNya, tidak saja di kota Tabanan, Namun rindu juga
seluruh desa di Kabupaten Tabanan dapat dibuka pelayanan jiwa jiwa. itulah yang
terus dilakukan oleh hambaNya hingga saat ini.
di Kabupaten Tabanan saat ini sudah ada 11 mata sidang, baik
yang berbentuk gereja permanen maupun pos PI.
