Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali
| Gereja Kristen | |
![]() |
|
Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) Cabang Singaraja |
|
| Nama Penanggungjawab | Ev. Gema Mustika, S.Th |
| Telpon Penanggungjawab | 0361-3301395/085100023876 |
| Jadwal Ibadah | 09.00 Wita |
| Alamat | Jl. Kumba Karna LC. 8 Ds. Baktiseraga-Singaraja, Bhakti Seraga (Baktiseraga), Buleleng, Buleleng |
SEJARAH BERDIRINYA
GKKA INDONESIA CABANG SINGARAJA
Sejarah berdirinya GKKA
Indonesia Cabang Singaraja dimulai pada
awal September 1991, di mana ada beberapa keluarga yang merindukan
Firman Tuhan. Keluarga-keluarga mula-mula yaitu: keluarga Kristianto, keluarga
Hastuti Gunawan, keluarga Martin Chandra, keluarga Polos Oka dan Ev. Asrul
mulai merintis persekutuan rumah tangga dengan memakai kantor keluarga
Kristianto yang terletak di Jl. Ngurah Rai No. 10 Singaraja. Persekutuan Rumah Tangga Singaraja ini
kemudian sepakat untuk mencari gereja induk yang mampu menaungi persekutuan
ini.
Usaha mencari gereja
induk tersebut, mendapat sambutan yang positif dari Ev. Ruth Chulianti (Ibu
Rohani Ev. Asrul), dimana Ev. Ruth Chulianti memberikan alamat temannya di
Tenggilis Mejoyo kepada Ev. Asrul. Segera sesudah itu yaitu awal September
1991, Ev. Asrul pergi ke Surabaya menemui Pdt. Elijah Siauw.
Pada kesempatan tersebut
Ev. Asrul memperkenalkan diri dan menjajaki kemungkinan-kemungkinan apakah bisa
bergabung dengan GKKA Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut, Tuhan membuka
jalan dan Pdt. Elijah Siauw memberikan usul-usul, saran serta nasihat apa yang
bisa dilakukan dan diperbuat oleh persekutuan rumah tangga Singaraja.
Setelah mempelajari tata
laksana GKKA Indonesia, maka pada tanggal 22 November 1991, persekutuan rumah
tangga Singaraja menulis surat ke GKKA Indonesia Jemaat Surabaya agar bisa
menjadi gereja induknya. Dan GKKA Indonesia jemaat Surabaya melalui suratnya
pada tanggal 2 Desember 1991, menjawab surat persekutuan rumah tangga Singaraja
dan mengirim Pdt. Mark Silas serta Pdt. Elijah Siauw ke Singaraja.
Pada tanggal 13 Desember
1991 Pdt. Mark Silas dan Pdt. Elijah Siauw datang ke Denpasar dan bertemu dengan David Soeleman dari
Pembimas Kristen Protestan tingkat I Bali di Janur Garden Hotel dan Restaurant
Sanur yang dihadiri juga oleh Ev. Asrul, Ev. Ruth Chulianti, Kristianto,
Hastuti Gunawan. Hasil dari pertemuan tersebut, Pembimas mendukung pembukaan
GKKA Indonesia cabang Singaraja.
Keesokan harinya Pdt.
Mark Silas, Pdt. Elijah Siauw, Ev. Ruth Chulianty pergi ke Singaraja untuk
melihat, bertemu dan mengadakan percakapan dengan anggota persekutuan rumah
tangga Singaraja. Percakapan tersebut diadakan di Jl. Ngurah Rai No. 10
Singaraja. Dalam percakapan tersebut, diperoleh kesepakatan dan penggabungan
dengan GKKA Indonesia jemaat Surabaya.
Setelah memenuhi
syarat-syarat yang terdapat di tata laksana GKKA pasal 3 tentang penerimaan
jemaat baru, maka pada tanggal 1 Februari 1992 Pdt. Yohansen Chandra (Sekum
Sinode GKKA Indonesia) dan Bpk. Singgih Gunawan (Ketua Majelis GKKA Indonesia
jemaat Surabaya) datang ke Singaraja dan menyerahkan surat keputusan penggabungan
dengan GKKA Indonesia jemaat Surabaya. Berdasarkan Surat Keputusan tanggal 31
Januari 1992 No. MJ/22/01/31/I/92, GKKA Indonesia membuka cabang di Singaraja dan
resmilah Persekutuan Rumah Tangga Singaraja berubah menjadi GKKA Indonesia Cabang
Singaraja.
Dalam perkembangan
selanjutnya, sejak Juli 1998 GKKA Indonesia cabang Singaraja diasuh oleh GKKA
Indonesia jemaat Tenggilis Mejoyo Surabaya sebagai jemaat induk.
Adapun perjalanan GKKA
Cabang Singaraja sampai hari ini tidak dilalui dengan mudah, Ada begitu banyak
pergumulan dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya sampai kepada hari
ini, mulai dari tempat ibadah yang beberapa kali harus berpindah-pindah
dikarenakan masih mengontrak, maupun jumlah jemaat yang pasang-surut,
keluar-masuk maupun pergantian hamba-hamba Tuhan.
Namun puji dan syukur
kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus oleh karena pimpinan dan penyertaanya
yang senantiasa memimpin dan menyertai pelayanan dan gereja-Nya, GKKA Cabang
Singaraja dapat melewati setiap tantangan maupun pergumulan yang ada sampai
kepada hari ini telah memiliki tempat ibadah yang tetap dan permanent, hamba
Tuhan tetap, maupun jumlah jemaat serta kehadiran yang relatif stabil bahkan
ketika GKKA Cabang Singaraja diizinkan mengalami pergumulan bencana kebakaran pada
bulan Juli 2019 yang disebabkan oleh korsleting listrik yang menyebabkan
seluruh atap gedung ibadah dan hampir semua peralatan dan perlengkapan ibadah
terbakar habis.
Namun sekali lagi dan tidak henti-hentinya kami
menaikan puji dan syukur atas kebaikan dan rancangan Tuhan bagi umatNya GKKA
Cabang Singaraja, atas kemurahan Tuhan melalui hati dan tangan hamba-hambaNya
mengulurkan bantuan serta dukungan baik dalam doa maupun dana sehingga GKKA
Cabang Singaraja dapat bangkit kembali dan melanjutkan pekerjaan serta
pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kami. Kami terus berharap dan berdoa
kiranya atas pertolongan Tuhan, GKKA Cabang
Singaraja dapat terus bertumbuh dan menjadi berkat serta kesaksian bagi
kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.
