Rumah Ibadah

Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah

Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali

Dang Kayangan

Pura Tirta Ketipat

Nama Penanggungjawab Made Darsana
Telpon Penanggungjawab 087862600937
Jadwal Ibadah Tumpek Landep
Alamat Dusun Yeh Ketipat Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada Kab.Buleleng, Wanagiri, Sukasada, Buleleng

Menurut Jero Mangku Ketut Lanus, 60. tak ada sumber tertulis yang mengupas tuntas terkait sejarah pura yang disungsung warga Dusun Yeh Ketipat Desa Wanagiri dan Dusun Amerta Sari Desa Pegayaman. Mangku Pasek mengaku hanya mendengar penuturan dari para pendahulunya terkait keberadaan Pura Yeh Ketipat secara lisan.

Konon, Pura Yeh Ketipat erat kaitannya dengan perjalanan Ki Barak Panji Sakti bersama sang Ibu Sri Luh Pasek, Ki Manca Warna dan para pengikutnya dari Istana Gelgel menuju Den Bukit (Bali Utara), sekitar tahun 1568. Atau ratusan tahun silam. Setelah berjalan selama dua hari, menembus hutan belantara dan cuaca dingin, akhirnya tiba pada suatu tempat yang agak mendatar.

“Di sinilah mereka istirahat sejenak. Sembahyang, untuk memohon keselamatan, karena bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Landep (Tumpek Landep, Red). Selanjutnya menikmati santapan berupa ketupat yang mereka bawa.

Ternyata, saat menikmati ketupat itu, beberapa pengikutnya mengalami cegukan (tersedak, Red) karena perbekalan air sudah habis. Melihat pengikutnya mengalami cegukan, Ki Barak Panji Sakti yang kala itu berusia 12 tahun langsung menancapkan keris pusaka di tanah tersebut.

“Setelah dicabut kerisnya, tiba-tiba muncul mata air dari dalam tanah dan memancur. Air itulah yang diminum oleh pengikutnya yang cegukan itu. Setelah meminum air itu, ternyata cegukannya langsung hilang,” paparnya.

Selain keajaiban tersebut, Mangku Lanus menjelaskan tingginya posisi di areal Pura Yeh Ketipat kala itu membuat Ki Barak Panji Sakti bisa melihat wilayah Blambangan dari ketinggian. Konon, Ki Barak Panji Sakti yang didampingi sang kakek Ki Manca Warna merasa kagum atas Blambangan dari kejauhan. “Makanya tempat ini dijadikan peninjoan oleh Ki Barak Panji Sakti untuk memantau Blambangan dari jarak jauh,” ungkapnya.

Menariknya, hingga kini, sumber mata air Yeh Ketipat masih ada. Lokasinya berada di sebelah selatan Pura Yeh Ketipat. Jaraknya hanya terpaut 15 meter dari Pura Yeh Ketipat. Kolam inipun masih terawat dengan baik. Bahkan, setiap pujawali yang jatuh bertepatan pada Tumpek Landep, pralingga yang distanakan di Pura Yeh Ketipat disucikan di mata air tersebut.