Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali
| Masjid | |
![]() |
|
Masjid Al-Ikhlas |
|
| Nama Penanggungjawab | H. Lijami |
| Telpon Penanggungjawab | 085237866651 |
| Jadwal Ibadah | Melakukan Kegiatan Sholat Fardhu, Sholat Jumat, dan Kegiatan Sosial Keagamaan lainnya. |
| Alamat | Br. Air Anakan Desa Banyubiru Kec. Negara Kab. Jembrana - Bali, Banyubiru, Negara, Jembrana |
Sebelum Masjid Al Ikhlas Banyubiru berdiri umat islam yang ada di lingkungan masjid AL Ikhlas sekarang melaksanakan sholat jum'at dan kegiatan kegamaan lainnya di masjid banyubiru (sekrang masjid Nurul Amin Desa. Baluk) yang jaraknya kurang lebih 5 kilo meter disebelah timur
mengingat jumlah umat islam semakin berkembang serta jarak masjid sangat jauh mengakibatkan banyak jamaah yang tidak melaksanakan shalat jum'at, maka tokoh tokoh umat islam yang dilingkungan ini mengadakan musyawarah untuk mengatasi kesulitan umat
maka timbullah ide dalam musyawarah mufakat untuk membangun sebah tempat ibadah yang nantinya dapat digunakan untuk melaksanakan sholat jum'at dan kegiatan kegiatan keagamaan lainnya
setelah semua tokoh tokoh mufakat mulailah langkah pertama dengan mencari lokasi atau tanah yang cocok dan strategis. akhirnya didapatkanlah tanah yang diinginkan setelah seorang dermawan yang bernama pak Daris rela mewakafkan tanahnya yang sangat strategis berada ditengah tengah pemukiman umat islam pada waktu itu seluas 300 M2
mulailah mengerahkan masyrakat islam untuk gotong royong mencari kayu ramuan untuk bahan pembangunan masjid di hutan Tukadaya yang letaknya tidak jauh dari lokasi rencana bangunan masjid. pada tahun 1918 mulailah dilaksanakan pembangunan masjid yang sangat sederhana berukuran 4x6 M yang akhirnya terkenal dengan sebutan Masjid Tukadaya yang wilayahnya pada waktu itu dari Pangkung dalem sampai ke Desa Tuwed.
lima tahun kemudian pada tahun 1923 diadakan perluasan masjid sehingga menjadi ukuran 6x10 M tetapi bangunannya masih sangat sederhana. karna perkembangan umat islam semakin pesat dan akhirnya masjid yang ada tidak dapat menampung jamaah untuk mengatasi hal tersebut tokoh tokoh umat merencanakan perluasan dan membangun masjid secara permanen. maka pada tahun 1955 dimulailah pembangunan masjid secara swadaya dan juga mendapat bantuan dari Departemen Agama Pusat Jakarta sebesar Rp 5000,-. masjid ini selesai pada tahun 1958 dengan ukuran 10x15 M
