Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali
| Kahyangan Jagad | |
![]() |
|
Pura Ulun Danu - Songan |
|
| Nama Penanggungjawab | Jero Putus Temu (Bendesa Adat Songan) |
| Telpon Penanggungjawab | 087762028444 |
| Jadwal Ibadah | Purnamaning Sasih Kapat |
| Alamat | Jl. Raya Ulun Danu, Jl. Songan, Desa, Songan B, Kec. Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Songan B, Kintamani, Bangli |
PURA
KAHYANGAN JAGAT ULUN DANU-SONGAN
Pura Ulun Danu Batur di Songan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli merupakan salah satu dari Tri Kahyangan Jagat yang ada di Bali. Pura ini terletak di hulu Danau Batur (Kaja Kangin ) atau lazim di sebut Ulun Danu Batur. Hal ini tertuang dalam Kitab Purana Pura Ulun Danu Batur di Songan, yakni:
”MANGKE nemuaken apan manira
ngamertaning wong Bali kabeh, tan paran mapinunas mertha ring parhyangan nira
ring Hulun Danu, ngawe gemuh ikang rat”.
(Karena akulah memberikan
kerahayuan untuk orang Bali, dengan memohon kerahayuan di ParahyanganKu di Ulun
Danau Batur, dengan demikian akan menemukan kerahayuan, dan kesejahteraan
masyarakat serta bumi)
Masyarakat Bali meyakini akan keberadaan pura ini sebagai pura yang mendatangkan kerahayuan, kesejahteraan masyarakat
luas, serta para subak. Hal itu juga yang disampaikan Bhatara Gnijaya di mana
disebutkan bahwa, Bhatara yang berstana di
Pura Ulun Danu Batur merupakan sumber kehidupan Bali.
Sebagai Pura Kahyangan Jagat, dan berdasarkan
prakempa pura, dijelaskan pula bahwa keturunan yang menjadi punggawa di wilayah
Bali seperti Klungkung, Karangasem, Gianyar, Payangan, Tampaksiring, Badung,
Mengwi, Tabanan, Bangli, Buleleng, wajib menghaturkan Panca Wali Krama pada
sasih dan purnama kapat. Berdasarkan kajian purana itu pula, semua kabupaten di
Bali melakukan upacara bhakti penganyaran.
Dalam wewidangan (struktur) pura di sana
terbagi dalam Tri Mandala yang melambangkan Tri Loka yakni Jeroan/Uttama
Mandala (Swah Lokha ), Jaba Tengah/Madhya Mandala (Bhuwah Lokha ) dan Jabaan/Kanisthama
Mandala (Bhur Lokha ).
Guna memberikan ruang bagi masyarakat dan
berstananya Dewa dan Dewi Danuh ( Bhatari Ulun Danu ) dibangun Padmasana, Meru
Tumpang Sebelas, Tumpang Sembilan, Tumpang Tujuh, Meru Tumpang Lima dan Tumpang
Tiga.
Selain meru yang berjejer di deretan utama
mandala, di dalam pura juga terdapat bangunan suci berupa Pesamuhan Agung,
bangunan Mondar-Mandir, Papelik, Gedong Parucui, Paruman Agung, Gedong Linggih
Tri Bhuana serta Pamuspan Dalem Ketut Kresna Kepakisan. Pelinggih-pelinggih ini juga tertuang dalam
petuah yang disampaikan Mpu Kuturan untuk menghormati dan bhaktinya ke Bhatari Hyang
Dewi Danuh.
Pujawali dilaksanakan setiap Purnamaning Sasih
Kapat.
Di sebelah selatan Pura Ulun Danu Batur di
Songan juga terdapat Pura Segara (Patirthan ) untuk memohon keselamatan dan
biasanya sebelum ke Pura Utama Ulun Danu Batur kita bersembahyang dulu di sini.
Banyak petani (kelompok subak ) membawa hasil panennya sebagai persembahan atas
perairan yang selama ini dianugerahkan oleh Bhatara-Bhatari yang bersthana di
Pura Ulun Danu. Mereka sangat meyakini sekali akan keberadaan pura ini untuk
memohon kerahayuan dan kesejahteraan masyarakat serta Bumi Bali.
Om Santih Santih Santih Om
Oleh: I Wayan Sudarma
(Penyuluh Agama Hindu Kementerian
Agama Kab. Bangli)
