Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali
| Dang Kayangan | |
![]() |
|
Pura Gunung Kawi |
|
| Nama Penanggungjawab | I Made Lanus Artawan |
| Telpon Penanggungjawab | 081219994649 |
| Jadwal Ibadah | Purnama Sasih Kasa |
| Alamat | Banjar Sebatu, Sebatu, Tegallalang, Gianyar, Sebatu, Tegallalang, Gianyar |
Pura Gunung Kawi Sebatu terletak di banjar Sebatu, Desa Sebatu,
kecamatanTegallalang, kabupaten Gianyar, Pura Gunung Kawi
termasuk pura dang khayangan. Gunung kawi diperkirakan telah dibua tmenjadi persinggahan
atau pertapaan oleh maha rsi yaitu Rsi Markandya. Pura ini didirikan sebagai tempat
pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rsi Markandya. Beliau adalah seorang guru
yang menyebarkan agama Hindu dari pulau Jawa yang mempunyai pengaruh di
Nusantara hingga kerajaan Bali. Makna nama Pura Gunung Kawi berasal dari kata
Gunung dan Kawi yang berarti dibuat serta Sebatu yang merujuk nama desa pura ini
dibangun.
Sejarah pura ini sering dikait-kaitkan
dengan keberadaan Raja Maya Denawa, seorang raja lalim administrasi Bali
ratusan tahun yang lalu. Pada saat kakinya terpeleset di batu dan itulah bagaimana kata sebatu datang dan digunakan
sampai sekarang. Kedatangan Rsi Markandyaka Bali dengan 800 pengikut, beliau beserta
pengikutnya melakukan pembabatan hutan di lereng gunung tohlangkir untuk lahan pertanian
dan pemukiman. Akan tetapi atas kehendak Hyang jagatnatha banyak murid beliau
yang terkena wabah penyakit aneh. Melihat keadaan yang demikian memprihatinkan,
Maha rsi markandya kembali beryoga untuk mengetahui bencana yang menimpa para murid
beliau. Dari tapa semadhi itulah beliau mendapatkan petunjuk untuk nunas tirta amerta
sebagai obat untuk para murid beliau. Tirta sane luhurnyane saking sor, raris tirta
punika kawastanin tirta dawa gunung kawi, kawentenan nyane ring Desa Sebatu.
Disana kemudian murid Rsi Markandya membangun parhyangan pinaka linggih Ida
Bhatara Wisnu muang Linggih Ida Sang Hyang Dewi Gangga. Gunung kawi kini telah menjadi
objek wisata yang memiliki suasana yang tenang.
