Rumah Ibadah

Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah

Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali

Masjid

Masjid Nurul Yaqin

Nama Penanggungjawab Sumardi
Telpon Penanggungjawab 0361 - 943812 / 081353342551
Jadwal Ibadah Setiap Hari
Alamat Semebaung, Bedulu, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar

Sejarah Berdirinya Tempat Ibadah Di Semabaung Blahbatuh Gianyar.

 

Dari rangkuman berbagai sumber dapat kami sampaikan sejarah adanya tempat ibadah di Semabaung Gianyar.

Umat Islam di gerakkan untuk merintis keberadaan tempat ibadah di Semabaung ialah saudara-saudara kita dari Lombok sejumlah ± 50 orang yang dimotori oleh (Bapak Sudirman) yang tergabung dalam kelompok Pengajian Al Hasanah. Mulai upaya kongkrit dilakukan ialah mengumpulkan iuran setiap hari/KK sebanyak Rp. 100,- sehingga dapat merealisasikan pembelian tanah Pak Mohammad Yahya sebanyak 400 M2 di jual dengan harga Rp. 2.800.000,- Upaya keluar yang dilakukan keliling mencari dana sampai ke Karangasem tanpa menggunakan dana dari penggalian tersebut alias menggunakan dana sendiri.

Adapun para teman-teman dari jawa yg ikut dalam proses pengadaan tanah dan memiliki tempat tinggal sendiri ialah sebagai berikut:

1.         Bpk. Tukiran

2.         Bpk. Fatullah

3.         Bpk. Sujadi

4.         Bpk. Jamino

5.         Bpk. Parwoto (alm)

6.         Bpk. Hasan Mukri.

Seiring semangat dan niat orang-orang yang berjuang pada saat itu dapat lagi tanah 400 M2 se harga Rp. 2.400.000,- karena itu terbentuklah Panitia Pengadaan tanah tempat Ibadah di bawah Al Hasanah belum ada Yayasan.

Kemudian pengadaan tanah 200 M2 di kumpulkan dana melalui wesel pos/giro dari donatur seluruh Indonesia sehingga untuk mengurus C7 dll. maka bersinergi dengan KUA dan berbagai pihak. Termasuk cikal bakal adanya Yayasan Nurul Yaqin di Semabaung.

Untuk di ketahui keberadaan tempat ibadah pada saat itu tidaklah mudah mendapatkan ijin alasannya karena umat islam pada saat itu tidak menetap/sementara selain kondisi umat yang heterogen dikhawatirkan tidak ada yang mengelola karena khawatir ditinggal oleh masyarakatnya

Tidak bermaksud mencari nama dan tidak perlu di puji oleh manusia begitu saksi hidup ini menitikkan air mata menceritakan lika liku perjuangan mendapatkan tempat ibadah.

Awal mula digunakan tempat sholat termasuk sholat Jum’at di wilayah Semabaung meskipun masih beratapkan jerami kondisi basah. Untuk mendapatkan ijin melaksanakan shalat Jum’at pengurus membuat surat ke kepala Desa untuk menggunakan sholat jum’at

Sekitar pada tahun 1989/1990  berkembang adanya Masjid atau Mushalla karena mulai saat itu dilaksanakan shalat di Masjid, saudara- saudara kita dari Hindu sempat mempertanyakan apa bedanya antara Masjid dan Mushalla dengan argumentasi diplomatis para pengurus menjawab bahwa sama halnya dengan posisi antara Pura dan Marajan. Sehingga teman-teman dari Hindu mengerti dan paham bahkan ikut ambil bagian dengan memberikan bantuan berupa Batako sebanyak 300 buah.

Perubahan tidak bisa dipungkiri Sunatullah dinamika umat Islam di Semabaung semakin meningkat sampai muncul perbedaan pandangan dalam menentukan pembangunan tingkat  ke atas atau membuat fondasi tingkat meskipun pembangunan belum di tingkat. Dalam rangka mempersiapkan bagi generasi mendatang.

Demikian sejarah singkat dari hasil wawancara kami dari berbagai pihak yang berjuang tenaga pikiran bahkan harta benda guna sebuah cita-cita yang bernilai ibadah jariyah telah menjadi kenyataan dan menjadikan pelajaran yang berharga bagi para generasi muda islam betapa kuatnya ukhuwah saat itu sehingga dengan tulus dan ikhlasnya mereka berjuang. 

Mereka bangga tempat ibadah ini tumbuh dan besar dan dapat dipergunakan semata-mata untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan bagi umat. Akan tetapi meraka sedih dan menangis melihat bila tempat ibadah ini tidak berfungsi sebagaimana harapan mereka yang mengakibatkan  perselisihan dll.

Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada kita untuk senantiasa menjaga asset umat Islam di Semabaung. Aaamiiin Yaa Rabbal Alamiiiinn. (wk2018)