Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali ditampilkan pada tabel dibawah. Untuk pencarian berdasarkan Kabupaten atau Jenis Rumah Ibadah dapat dilakukan dengan mengisikan kata kunci pencarian di kolom "search" di kanan atas Tabel Data Rumah Ibadah
Data Rumah Ibadah se-Provinsi Bali
| Gereja Kristen | |
![]() |
|
GPIB Jemaat Pniel Singaraja |
|
| Nama Penanggungjawab | Pdt. Christin Djama Kaunang, ST.h |
| Telpon Penanggungjawab | 081365339667 |
| Jadwal Ibadah | Pukul 09.00 dan 17:00 WITA |
| Alamat | Jl. Ngurah Rai No.49, Banjar Jawa, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81113, Indonesia , Banjar Jawa, Buleleng, Buleleng |
PROFIL DAN SEJARAH GPIB PNIEL
SINGARAJA-BALI
Berdirinya GPIB Pniel
Singaraja tidak lepas dari keberadaan kota Singaraja sebagai ibukota Afdeling
Bali en Lombok zaman kolonial Belanda dan ibukota Provinsi Soenda Ketjil serta
Provinsi Bali hingga tahun 1960 sebelum dipindahkan ke Denpasar. Awalnya gereja
ini bernama Nederland Hervormde Kerk. Peletakan batu pertama pada tanggal 7
Oktober 1938 oleh Mevr. C. Prins-Wolmerstett. Sumber dana pembangunan gereja
sepenuhnya dari pemerintah kolonial Belanda, berdasarkan inisiatif dari
Gerardus Fortgens (1877-1949) seorang insinyur Belanda yang juga menyumbangkan
berbagai keperluan peribadahan. Awalnya gereja ini sebagai tempat ibadah orang
Belanda di Singaraja. Seiring perkembangan, gedung gereja dipugar karena
bertambahnya jemaat dan untuk memperindah lingkungan sekitar. Namun tidak
merubah bentuk dan model yang lama. Bangunan gereja berciri khas arsitektur
kolonial bergaya neo-Gothic. Hal tersebut dapat dilihat dari bagian menara
gereja yang menjulang dan lancip. Pada menara terdapat lonceng peninggalan
Belanda. Perkembangan selanjutnya dari GPIB Pniel Singaraja adalah dibangunnya
pastori, kantor gereja, ruang konsistori dan gedung serba guna di atas lahan
seluas 1.628 m2 .
Berdasarkan surat dari Direktorat Pelestarian
Cagar Budaya dan Permuseuman Ditjen Kebudayaan Kemendikbud gedung GPIB Pniel
Singaraja telah terdaftar sebagai Cagar Budaya Provinsi Bali pada tanggal 4
November 2019.
Hari Ulang Tahun jemaat : 31 Oktober
Jumlah KK : 146
KK Jumlah Jiwa: 493 Jiwa
Suku : Bali, Rote, Alor, Sabu, Sumba,
Timor, Jawa, Batak, Minahasa,
Ambon, Toraja, Dayak.
Jumlah Presbiter : 25 Orang Ketua Majelis Jemaat:
Pimpinan Jemaat : Pdt. Christine Djama-Kaunang, S. Th
Ibadah
Hari Minggu dewasa : Pukul 09.00 Wita
dan Pukul 17.00 Wita IHMPA (daring), Pukul 08.00 Wita IHMPT (daring) : Pukul 07.00
Wita
